Senin, 29 September 2008

reuni teman seperjuangan

Malam ke 21 ramadhan, tiba tiba saja melempar emosi kami ke 15 tahun ke belakang. Saat kami masih jadi anak ayam yang begitu bodoh dengan menelan semua saja dari buku yang sedang trend atau senior yang jadi panutan kami, bahkan yang paling gila pada waktu diakui atau tidak kamu begitu menginginkan struktur….hehehhehehehehehee. Dari pemikiran karl mark, ahmad wahib, nurcholis majid, Samuel Huntington, Sukarno, netchze ataupun iqbal dan pemikiran lainnya.
Malam itu makin larut dan akhirnya kilas balik itu terhenti pada pertanyaan. Apa yang telah kita perbuat dulu ternyata masih kurang besar, sementara perubahan tuntutan modernitas dan pragmatis telah melingkupi kita. Dan jawabanya adalah kita musti menjadi “bodoh” kembali: yaitu ikuti aja prinsip Islam menurut pemahaman kita sambil menunggu mati. Moga aja ini jalan yang benar menurut-Nya. amin

Tidak ada komentar: