Senin, 06 Juni 2011

Ketakutan yang paling kuat pada orang yang fakir



Rasa bahagia saat kuterima amanah-Nya, seorang bayi laki-laki …terbersit harapan yang besar agar anakku dapat menjadi laki-laki yang saleh, membedakan yang benar dari yang batil dan mampu bersikap bijaksana (bukan hanya adil)…saat terpaku tiba menghentak pertanyaan biaya operasinya bagaimana? Ah ..Insya Allah pasti ada lah…!!! Dan benar walapun akhirnya musti minta tolong pada ortu toch akhirnya terselesaikan jua.
Setelah kelar semuanya dari kejadiann itu aku mempunyai pemikiran bahwa ketakutan yang paling kuat pada orang yang fakir adalah berobat manakala sakit, mereka tidak takut mati karena setiap hari itu seakan-akan sudah jadi takdirnya  coba lihat saudara-saudara kita yang bekerja  di pembangunan gedung tinggi tanpa pengaman, mereka tidak takut sakit lihat saja pola hidup mereka yang jauh dari standarn kesehatan, mereka tidak takut lapar karena perut keroncongan adalah hiburan music setiap hari mana kala beras tinggal satu gengam dan air digentong menjadi sarana penahan laparnya, mereka tidak takut kehilangan harga diri karena mereka juga tak malu untuk makan nasi sisa atau mengambil makanan dari sampah.
Kenapa demikian ? karena negri ini seakan tuli dan kesal  mendengar keluh mereka, karena mereka tidak tertib, malas..betulkah demikian ??? trus apa yang dilakukan lingkungan mereka ( mereka yang mampu) mereka juga mempunyai peduli kok,…liat aja tiap menjelang hari raya, akhir tahun..tapi mereka apa mikir urusan perut adalah setiap hari. mereka butuh kerja, butuh empati, semangat dan penghargaan bukan infotaiment, sinetron apalagi gaya hidup…kalo pun mulai ada kegiatan/program bagi mereka sering kali tiap mau ada pilkada, pemilu, promosi bukan disadari sebgai amanah sikaya atas si miskin….
Saat punggungku sakit dan susah menoleh

Senin, 03 Mei 2010

Transaksi Mudah Dengan menggunakan Moving Averange:

Sudah menjadi sesuatu yang umum bahwa moving average yang selanjutnya hanya saya sebut sebagai MA menjadi indicator yang di derivatifkan menjadi beberapa indicator yang lebih mudah di amati. Dimana yang berkembang bahwa:


1. Apabila MA fast cross up dengan MA slow maka pergerakan harga cenderung naik.

2. Apabila MA fast cross down dengan MA slow maka pergerakan harga cenderung turun.

Yang menjadi kacau manakala terjadi pergerakan harga yang sideways,terus bagaimana ? Maka para investor maupun analisa pasar menggunakan indicator lain untuk mengenali pasar.

Sebenarnya menurut analisa saya MA juga dapat mengindikasikan pasar sideways atau segera berubah trend. Karena MA fast dan slow mempunya nilai selisih, disinilah yang dapat di analisa dan mungkin dapat digeneralisasi. Kapan musti mengikuti trend dan keluar dari pasar. Ini bergantung pada MA yang di gunakan para trader dan time frame yang digunakan. Yang saya bias sarankan :

1. Kenali karakter MA fast dan slow yang anda pakai.

2. Berapa selisih(delta) MA fast dan slow yang dapat meng-inform harga akan benar bergerak membentuk trend di tiap tiap time frame.

3. Berapa selisih (delta) MA fast dan slow yang dapat meng-inform harga cenderung jenuh sebagai pijakan trader untuk memanfaatkan rebound dan reverse.

Dengan kita mengenali MA fast dan slow yang kita pakai anda akan menjadi mudah apakah menjadi Follow trend or Counter trend.

Saya mencoba memberi contoh pada time frame 15 menit dan 5 menit(dipakai untuk berita besar atau pasar US) . pasang MA 10 dan MA 50 pada grafik anda, saat setelah cross up perhatikan manakala selisih MA fast dan slow antara 10 – 20 dan selisihnya bila sudah di atas 40-an dan demikian pula sebaliknya. Have nice trade.

Rabu, 02 September 2009

Jam 3 Pagi


Langit gelap berhias bintang-bintang, tak terasa begitu panjang waktu yang telah kulalui dengan senyap dan dingin. Tanpa sebuah keinginan untuk bersama, hingga aku sendiri bertanya, benarkah aku telah membatu ? aku lelah, letih, dan penat. Kalau ada percepatan waktu mungkin aku meminta kepada-Nya untuk mempercepat waktu ini ataupun mengembalikan waktu hingga aku dapat menjadi lebih baik daripada sekarang. Kongkrit inilah penyesalan yang membingungkan. Kalau memang waktu dapat kembali tentu aku tidak akan pernah melepaskan semua kesempatan yang pernah datang kepadaku. Kalau waktu dapat dipercepat, tentu aku menginginkan dapat berbuat lebih besar dan segera saja berakhir dengan lebih baik pada ujung waktu aku.

Langit gelap mulai berona jingga dan aku belum bisa picingkan mata ini, padahal beberapa jam lagi aktivitas kepenatan itu musti dilakukan lagi, begitu membosankan. Bagaimana caranya untuk membuat kepenatan ini mejadi lebih berarti ? jawabannya hanya dengan menyibukan diri dengan pikiran untuk bahagiakan orang lain, ya hanya untuk membahagiakan orang lain. Mungkin ini akan menjadi penyesalan bila tidak mendapat penghargaan dari orang-orang yang kita bahagiakan, tapi bukan apa-apa karena toh kematian adalah hadiah dari upaya untuk membahagiakan orang lain, toh lahir juga tanpa apa-apa kan ?

Absurd, membingungkan dan tidak realistis, tapi aku suka karena hanya dengan inilah aku akan membunuh waktu, seperti malam walaupun gelap asal ada bintang-bintang akan membuat manusia mengerti begitu indahnya malam.


Selasa, 25 Agustus 2009

ngantuk karena kopi...

Malam semakin larut manakala migran kiriku mulai kambuh, sayup dan samar ku dengar resah hati dilantunkan damainya ayat-ayat suci sementara ku tengadahkan muka ini menatap langit hitam yang bertabur bintang gemintang dan disatu sisi sebelah utara kulihat bintang bersabut kabut. luar biasa
Dalam gelap kulihat jelas cahaya dan terdengar suara sayup nurani, bagaimana mungkin ini terjadi manakala musti gelap terjadi dahulu ? Migranku masih saja mengelayut, mungkin kopi bisa menyegarkan, seperti langit yang berhias bintang gemintang, seperti kopi yang pekat dengan sedikit gula akan membuat bahagia lambung dan jantungku. Kuhirup aromanya, kutiupkan co2 ku dan ku "seruput" dan kurasakan adrenalinku mulai bergerak naik membuka ruas-ruas pembuluh darahku.....dan hilanglah migranku dalam khusuk renungku memandang bintang gemintang malam ini, tuk rindukan jiwa merdeka...dan ngantuk.

Minggu, 10 Mei 2009

Kisah Seorang Ibu

Alkisah, beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.” Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si pemuda. “Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua”,jawab ibu itu.” Wouw… hebat sekali putra ibu” pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.
Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.” Kalau saya tidak salah ,anak yang di Singapore tadi , putra yang kedua ya bu??Bagaimana dengan kakak adik-adik nya??”” Oh ya tentu ” si Ibu bercerita :”Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat kerja di perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang.””
Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. ” Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??”Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, ” anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak”. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar.”
Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu….. kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani ??? “
Apakah kamu mau tahu jawabannya??????…

….Dengan tersenyum ibu itu menjawab,” Ooo …tidak tidak begitu nak….Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani”
Note :
Pelajaran Hari Ini : Semua orang di dunia ini penting. Buka matamu, pikiranmu, hatimu. Intinya adalah kita tidak bisa membuat ringkasan sebelum kita membaca buku itu sampai selesai. Orang bijak berbicara “Hal yang paling penting adalah bukanlah SIAPAKAH KAMU tetapi APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN”

Selasa, 30 September 2008

Miskin dan kaya

Suatu hari, ayah dari suatu keluarga yang sangat sejahtera membawa anaknya bepergian ke suatu negara yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil pertanian, dengan maksud untuk menunjukkan bagaimana kehidupan orang-orang yang miskin.Mereka menghabiskan waktu berhari-hari di sebuah tanah pertanian milik keluarga yang terlihat sangat miskin….
Sepulang dari perjalanan tersebut, sang ayah bertanya kepada anaknya,“Bagaimana perjalanan tadi?”“Sungguh luar biasa, Pa.”“Kamu lihat kan bagaimana kehidupan mereka yang miskin?” tanya sang ayah.“Iya, Pa,” jawabnya.“Jadi, apa yang dapat kamu pelajari dari perjalanan ini?” tanya ayahnya lagi.Si anak menjawab, “Saya melihat kenyataan bahwa kita mempunyai seekor anjing sedangkan mereka memiliki empat ekor. Kita punya sebuah kolam yang panjangnya hanya sampai ke tengah-tengah taman, sedangkan mereka memiliki sungai kecil yang tak terhingga panjangnya. Kita memasang lampu taman yang dibeli dari luar negeri dan mereka memiliki bintang-bintang di langit untuk menerangi taman mereka.Beranda rumah kita begitu lebar mencapai halaman depan dan milik mereka seluas horison. Kita tinggal dan hidup di tanah yang sempit sedangkan mereka mempunyai tanah sejauh mata memandang. Kita memiliki pelayan yang melayani setiap kebutuhan kita tetapi mereka melayani diri mereka sendiri. Kita membeli makanan yang akan kita makan, tetapi mereka menanam sendiri. Kita mempunyai dinding indah yang melindungi diri kita dan mereka memiliki teman-teman untuk menjaga kehidupan mereka.
Dengan cerita tersebut, sang ayah tidak dapat berkata apa-apa. Kemudian si anak menambahkan,”Terima kasih, Pa, akhirnya aku tahu betapa miskinnya diri kita.”

dengan tantangan anda akan lebih bergairah

Nelayan Jepang

Orang Jepang sejak lama menyukai ikan segar. Tetapi tidak banyak ikan yang tersedia di perairan yang dekat dengan Jepang dalam beberapa dekade ini. Jadi untuk memberi makan populasi Jepang, kapal-kapal penangkap ikan bertambah lebih besar dari sebelumnya. Semakin jauh para nelayan pergi, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk membawa hasil tangkapan itu ke daratan. Jika perjalanan pulang mencapai beberapa hari, ikan tersebut tidak segar lagi. Orang Jepang tidak menyukai rasanya. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan perikanan memasang freezer di kapal mereka. Mereka akan menangkap ikan dan langsung membekukannya di laut.
Freezer memungkinkan kapal-kapal nelayan untuk pergi semakin jauh dan lama. Namun, orang Jepang dapat merasakan perbedaan rasa antara ikan segar dan beku, dan mereka tidak menyukai ikan beku. Ikan beku harganya menjadi lebih murah. Sehingga perusahaan perikanan memasang tangki-tangki penyimpan ikan di kapal mereka. Para nelayan akan menangkap ikan dan langsung menjejalkannya ke dalam tangki hingga berdempet-dempetan. Setelah selama beberapa saat saling bertabrakan, ikan-ikan tersebut berhenti bergerak. Mereka kelelahan dan lemas, tetapi tetap hidup. Namun, orang Jepang masih tetap dapat merasakan perbedaannya. Karena ikan tadi tidak bergerak selama berhari-hari, mereka kehilangan rasa ikan segarnya. Orang Jepang menghendaki rasa ikan segar yang lincah, bukan ikan yang lemas.
Bagaimanakan perusahaan perikanan Jepang mengatasi masalah ini? Bagaimana mereka membawa ikan dengan rasa segar ke Jepang?
Jika anda menjadi konsultan bagi industri perikanan, apakah yang anda rekomendasikan?
Begitu anda mencapai tujuan-tujuan anda, seperti mendapatkan jodoh - memulai perusahaan yang sukses - membayar hutang-hutang anda - atau apapun, anda dapat kehilangan gairah anda. Anda tidak perlu bekerja demikian keras sehingga anda bersantai. Anda mengalami masalah yang sama dengan para pemenang lotere yang menghabiskan uang mereka, pewaris kekayaan yang tidak pernah tumbuh dewasa, dan para ibu rumah tangga jemu yang kecanduan obat-obatan resep.
Seperti masalah ikan di Jepang tadi, solusi terbaiknya sederhana. Hal ini diamati oleh L. Ron Hubbard di awal 1950-an. “Orang berkembang, anehnya, hanya dalam kondisi lingkungan yang menantang” -L. Ron Hubbard.
Keuntungan dari sebuah Tantangan:
Semakin cerdas, tabah dan kompeten diri anda, semakin anda menikmati masalah yang rumit. Jika takarannya pas, dan anda terus menaklukan tantangan tersebut, anda akan bahagia. Anda akan memikirkan tantangan- tantangan tersebut dan merasa bersemangat. Anda tertarik untuk mencoba solusi-solusi baru. Anda senang. Anda hidup!
Bagaimana Ikan Jepang Tetap Segar?
Untuk menjaga agar rasa ikan tersebut tetap segar, perusahaan perikanan Jepang tetap menyimpan ikan di dalam tangki. Tetapi kini mereka memasukkan seekor ikan hiu kecil ke dalam masing-masing tangki. Memang ikan hiu memakan sedikit ikan, tetapi kebanyakan ikan sampai dalam kondisi yang sangat hidup. Ikan-ikan tersebut tertantang.
Renungan :
Jangan menghindari tantangan, melompatlah ke dalamnya dan taklukanlah. Nikmatilah permainannya.
Jika tantangan anda terlalu besar atau terlalu banyak, jangan menyerah. Kegagalan jangan membuat anda lelah, sebaliknya, atur kembali strategi. Temukanlah lebih banyak keteguhan, pengetahuan, dan bantuan.
Jika anda telah mencapai tujuan anda, rencanakanlah tujuan yang lebih besar lagi. Begitu kebutuhan pribadi atau keluarga anda terpenuhi, berpindahlah ke tujuan untuk kelompok anda, masyarakat, bahkan umat manusia.
Jangan ciptakan kesuksesan dan tidur di dalamnya. Anda memiliki sumber daya, keahlian, dan kemampuan untuk membuat perubahan.Jadi, masukkanlah seekor ikan hiu di tangki anda dan lihat berapa jauh yang dapat anda lakukan dan capai !