Malam semakin larut manakala migran kiriku mulai kambuh, sayup dan samar ku dengar resah hati dilantunkan damainya ayat-ayat suci sementara ku tengadahkan muka ini menatap langit hitam yang bertabur bintang gemintang dan disatu sisi sebelah utara kulihat bintang bersabut kabut. luar biasa
Dalam gelap kulihat jelas cahaya dan terdengar suara sayup nurani, bagaimana mungkin ini terjadi manakala musti gelap terjadi dahulu ? Migranku masih saja mengelayut, mungkin kopi bisa menyegarkan, seperti langit yang berhias bintang gemintang, seperti kopi yang pekat dengan sedikit gula akan membuat bahagia lambung dan jantungku. Kuhirup aromanya, kutiupkan co2 ku dan ku "seruput" dan kurasakan adrenalinku mulai bergerak naik membuka ruas-ruas pembuluh darahku.....dan hilanglah migranku dalam khusuk renungku memandang bintang gemintang malam ini, tuk rindukan jiwa merdeka...dan ngantuk.
Selasa, 25 Agustus 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
