Sudah menjadi sesuatu yang umum bahwa moving average yang selanjutnya hanya saya sebut sebagai MA menjadi indicator yang di derivatifkan menjadi beberapa indicator yang lebih mudah di amati. Dimana yang berkembang bahwa:
1. Apabila MA fast cross up dengan MA slow maka pergerakan harga cenderung naik.
2. Apabila MA fast cross down dengan MA slow maka pergerakan harga cenderung turun.
Yang menjadi kacau manakala terjadi pergerakan harga yang sideways,terus bagaimana ? Maka para investor maupun analisa pasar menggunakan indicator lain untuk mengenali pasar.
Sebenarnya menurut analisa saya MA juga dapat mengindikasikan pasar sideways atau segera berubah trend. Karena MA fast dan slow mempunya nilai selisih, disinilah yang dapat di analisa dan mungkin dapat digeneralisasi. Kapan musti mengikuti trend dan keluar dari pasar. Ini bergantung pada MA yang di gunakan para trader dan time frame yang digunakan. Yang saya bias sarankan :
1. Kenali karakter MA fast dan slow yang anda pakai.
2. Berapa selisih(delta) MA fast dan slow yang dapat meng-inform harga akan benar bergerak membentuk trend di tiap tiap time frame.
3. Berapa selisih (delta) MA fast dan slow yang dapat meng-inform harga cenderung jenuh sebagai pijakan trader untuk memanfaatkan rebound dan reverse.
Dengan kita mengenali MA fast dan slow yang kita pakai anda akan menjadi mudah apakah menjadi Follow trend or Counter trend.
Saya mencoba memberi contoh pada time frame 15 menit dan 5 menit(dipakai untuk berita besar atau pasar US) . pasang MA 10 dan MA 50 pada grafik anda, saat setelah cross up perhatikan manakala selisih MA fast dan slow antara 10 – 20 dan selisihnya bila sudah di atas 40-an dan demikian pula sebaliknya. Have nice trade.
Senin, 03 Mei 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
