Rasa bahagia saat kuterima amanah-Nya, seorang bayi laki-laki …terbersit harapan yang besar agar anakku dapat menjadi laki-laki yang saleh, membedakan yang benar dari yang batil dan mampu bersikap bijaksana (bukan hanya adil)…saat terpaku tiba menghentak pertanyaan biaya operasinya bagaimana? Ah ..Insya Allah pasti ada lah…!!! Dan benar walapun akhirnya musti minta tolong pada ortu toch akhirnya terselesaikan jua.
Setelah kelar semuanya dari kejadiann itu aku mempunyai pemikiran bahwa ketakutan yang paling kuat pada orang yang fakir adalah berobat manakala sakit, mereka tidak takut mati karena setiap hari itu seakan-akan sudah jadi takdirnya coba lihat saudara-saudara kita yang bekerja di pembangunan gedung tinggi tanpa pengaman, mereka tidak takut sakit lihat saja pola hidup mereka yang jauh dari standarn kesehatan, mereka tidak takut lapar karena perut keroncongan adalah hiburan music setiap hari mana kala beras tinggal satu gengam dan air digentong menjadi sarana penahan laparnya, mereka tidak takut kehilangan harga diri karena mereka juga tak malu untuk makan nasi sisa atau mengambil makanan dari sampah.
Kenapa demikian ? karena negri ini seakan tuli dan kesal mendengar keluh mereka, karena mereka tidak tertib, malas..betulkah demikian ??? trus apa yang dilakukan lingkungan mereka ( mereka yang mampu) mereka juga mempunyai peduli kok,…liat aja tiap menjelang hari raya, akhir tahun..tapi mereka apa mikir urusan perut adalah setiap hari. mereka butuh kerja, butuh empati, semangat dan penghargaan bukan infotaiment, sinetron apalagi gaya hidup…kalo pun mulai ada kegiatan/program bagi mereka sering kali tiap mau ada pilkada, pemilu, promosi bukan disadari sebgai amanah sikaya atas si miskin….
Saat punggungku sakit dan susah menoleh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar