Rabu, 02 September 2009

Jam 3 Pagi


Langit gelap berhias bintang-bintang, tak terasa begitu panjang waktu yang telah kulalui dengan senyap dan dingin. Tanpa sebuah keinginan untuk bersama, hingga aku sendiri bertanya, benarkah aku telah membatu ? aku lelah, letih, dan penat. Kalau ada percepatan waktu mungkin aku meminta kepada-Nya untuk mempercepat waktu ini ataupun mengembalikan waktu hingga aku dapat menjadi lebih baik daripada sekarang. Kongkrit inilah penyesalan yang membingungkan. Kalau memang waktu dapat kembali tentu aku tidak akan pernah melepaskan semua kesempatan yang pernah datang kepadaku. Kalau waktu dapat dipercepat, tentu aku menginginkan dapat berbuat lebih besar dan segera saja berakhir dengan lebih baik pada ujung waktu aku.

Langit gelap mulai berona jingga dan aku belum bisa picingkan mata ini, padahal beberapa jam lagi aktivitas kepenatan itu musti dilakukan lagi, begitu membosankan. Bagaimana caranya untuk membuat kepenatan ini mejadi lebih berarti ? jawabannya hanya dengan menyibukan diri dengan pikiran untuk bahagiakan orang lain, ya hanya untuk membahagiakan orang lain. Mungkin ini akan menjadi penyesalan bila tidak mendapat penghargaan dari orang-orang yang kita bahagiakan, tapi bukan apa-apa karena toh kematian adalah hadiah dari upaya untuk membahagiakan orang lain, toh lahir juga tanpa apa-apa kan ?

Absurd, membingungkan dan tidak realistis, tapi aku suka karena hanya dengan inilah aku akan membunuh waktu, seperti malam walaupun gelap asal ada bintang-bintang akan membuat manusia mengerti begitu indahnya malam.


Tidak ada komentar: